Strategi Ketahanan Pangan: Deklarasi Gerakan Herbal & Rempah Nasional di Banyumas

BANYUMAS – Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negeri kaya rempah melalui momentum bersejarah. Deklarasi  Gerakan Herbal dan Rempah Nasional resmi digelar di Bumiku Bumimu Hijau Farm, Ajibarang, Banyumas. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis pemerintah dalam menjadikan kekayaan hayati sebagai pilar utama ketahanan pangan dan kemandirian kesehatan nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa rempah-rempah tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai komoditas tradisional.

“Rempah dan herbal harus masuk ke dalam sistem pangan nasional. Ini mencakup kedaulatan ekonomi sekaligus kesehatan masyarakat,” tegas Menko Pangan. Transformasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan potensi lokal ke dalam kebijakan makro nasional, memastikan bahwa asupan gizi masyarakat termasuk dukungan terhadap konsumsi susu etawa didukung oleh sumber daya dalam negeri.

Salah satu poin krusial dalam gerakan ini adalah ajakan untuk kembali ke alam. Inisiator Badan Nasional Rempah dan Herbal Indonesia, Yudhie Haryono, dalam orasi ilmiahnya mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya konsumsi herbal.

  • Identitas Bangsa: Mengangkat kembali citra jamu dan tanaman obat sebagai warisan luhur.

  • Kesehatan Mandiri: Mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia melalui pemanfaatan bahan alami yang tumbuh di tanah sendiri.

  • Kontribusi Nyata: Mengelola potensi herbal dianggap sebagai bentuk nasionalisme modern di era globalisasi.

Lokasi deklarasi di Bumiku Bumimu Hijau Farm menjadi contoh nyata bagaimana hilirisasi herbal dilakukan. Dengan sistem pertanian terpadu, peserta diajak melihat bagaimana budidaya tanaman herbal dapat bersinergi dengan peternakan dan pengolahan hasil yang efisien.

Sinergi ini membuktikan bahwa industri herbal Indonesia siap naik kelas. Dengan teknologi pertanian yang tepat dan standarisasi produk (seperti BPOM dan CPKB), produk herbal lokal mampu bersaing di pasar internasional tanpa kehilangan karakteristik alaminya.

Acara ini ditutup dengan dialog interaktif antara Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian dengan para petani dan pelaku UMKM jamu. Diskusi ini menjadi wadah aspirasi untuk mengatasi tantangan akses pasar serta penguatan regulasi bagi para pejuang herbal di akar rumput.

Deklarasi di Banyumas ini merupakan titik balik bagi kedaulatan rempah Indonesia. Melalui kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan inovasi petani lokal, Gerakan Herbal dan Rempah Nasional diharapkan mampu membawa Indonesia kembali berjaya sebagai pusat rempah dunia sekaligus menciptakan masyarakat yang sehat secara mandiri.

Strategi Ketahanan Pangan: Deklarasi Gerakan Herbal & Rempah Nasional di Banyumas

Send Us A Message

Kami mengembangkan produk asli lokal go global. Membangun kemitraan dengan industri kreatif marketing digital dan perusahaan distribusi.

Hubungi Kami