





BANYUMAS — Jamu bukan lagi sekadar minuman tradisional pahit yang dijajakan dari kampung ke kampung. Di era modern ini, jamu bersiap mengambil panggung utama sebagai pilar wellness (kebugaran) masa depan. Semangat inovasi inilah yang membakar atmosfer perhelatan akbar PPJAI Pentahelix 2026 yang digelar pada tanggal 18 Juni 2026 lalu.
Mengusung tema besar “Modernizing Heritage: Jamu Sebagai Solusi Wellness Masa Depan Bangsa”, acara ini bukan hanya menjadi ajang berkumpul biasa, melainkan momentum penting perayaan Hari Jamu Nasional. Melalui sinergi pentahelix, seluruh elemen bangsa serentak merapatkan barisan untuk membawa warisan leluhur ini naik kelas ke kancah global.
Keunikan utama dari PPJAI Pentahelix 2026 adalah inklusivitasnya. Ruang acara menjadi saksi hangatnya kolaborasi berbagai lini masyarakat yang peduli terhadap kelestarian jamu.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang memiliki andil besar dalam regulasi dan kebijakan industri herbal, di antaranya:
Teti Rohatiningsih, Anggota DPR RI Komisi 9 yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan.
Kepala Balai POM Banyumas, beserta jajaran Kepala Balai POM dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang siap mengawal standar keamanan dan mutu produk lokal.
Dalam sambutannya, Ketua PPJAI yang juga menjabat sebagai Direktur PT Genta Niaga Wijaya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tamu undangan. Beliau menekankan pentingnya menjaga identitas lokal di tengah gempuran tren kesehatan modern, sekaligus mendorong digitalisasi serta modernisasi manajemen bagi para pelaku usaha.
Hebatnya, antusiasme tidak hanya datang dari jajaran pejabat. Ruangan penuh sesak oleh kehadiran para mahasiswa (generasi penerus), pengusaha jamu yang tergabung dalam PPJAI, hingga garda terdepan pelestari budaya: para penjual jamu keliling.
ebagai menu utama, sesi talkshow interaktif menghadirkan diskusi hangat mengenai bagaimana mengemas jamu agar relevan dengan gaya hidup generasi muda saat ini. Jamu tidak lagi dipandang kuno; dengan sentuhan sains, riset mendalam, serta strategi branding yang tepat, jamu terbukti mampu bertransformasi menjadi produk skincare, suplemen harian, hingga minuman gaya hidup sehat (lifestyle beverage) yang estetik dan nikmat.
Regulator dari Balai POM pun memberikan pandangan strategis mengenai kemudahan akses perizinan dan pendampingan bagi UMKM agar produk yang dihasilkan tetap memenuhi standar keamanan tinggi namun tidak kehilangan sentuhan tradisionalnya.
“Inovasi boleh berjalan sejauh mungkin, namun akar tradisi tidak boleh dilepaskan.”
Nilai itulah yang ingin disampaikan panitia melalui kemeriahan lomba permainan jadul (zaman dulu). Kegiatan ini berhasil mencairkan suasana dan menghadirkan tawa di antara para peserta.
Mulai dari mahasiswa hingga para pemilik bisnis melebur jadi satu dalam permainan tradisional. Ini menjadi simbol kuat bahwa melestarikan warisan budaya—baik itu jamu maupun permainan rakyat—adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijalani dengan penuh sukacita.
Event PPJAI Pentahelix 2026 telah memberikan cetak biru yang jelas: jamu Indonesia punya potensi tanpa batas untuk menjadi motor penggerak industri wellness nasional bahkan internasional. Dengan dukungan regulasi yang kuat dari BPOM, sokongan kebijakan dari parlemen, riset akademis dari mahasiswa, serta kegigihan para pelaku usaha dan penjual keliling, jamu siap melangkah mantap menuju masa depan.
Mari kita terus dukung produk lokal dan bangga mengonsumsi jamu setiap hari! Selamat Hari Jamu Nasional!


