Pala untuk insomnia kerap disebut sebagai solusi herbal karena rempah ini secara tradisional digunakan untuk membantu tubuh lebih rileks. Namun, apakah biji pala benar-benar dapat mengobati susah tidur? Jawaban singkatnya: belum ada bukti klinis yang cukup kuat untuk menyimpulkan demikian.
Pala memiliki sinyal awal sebagai bahan yang mungkin memengaruhi tidur, tetapi penelitian pada manusia masih sangat terbatas. Jangan menjadikan pala dosis tinggi, ekstrak, atau minyak atsiri sebagai obat tidur mandiri. Insomnia yang menetap perlu dinilai penyebabnya dan ditangani dengan pendekatan yang terbukti.
Apa Itu Pala?
Pala adalah biji dari Myristica fragrans Houtt., pohon tropis anggota famili Myristicaceae yang berasal dari Kepulauan Maluku. Bagian bijinya dikenal sebagai pala, sedangkan selaput merah yang menyelubungi biji disebut fuli atau mace. Keduanya telah lama digunakan sebagai rempah.
Apa Itu Insomnia?
Insomnia bukan sekadar tidur larut sesekali. Kondisi ini mencakup kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu dini meskipun ada kesempatan yang cukup untuk tidur. Keluhan juga mengganggu fungsi pada siang hari, misalnya konsentrasi, suasana hati, energi, atau kinerja.
Insomnia dapat berlangsung singkat, misalnya ketika stres, dan dapat menjadi kronis. Bila keluhan terjadi berulang selama berbulan-bulan, pemeriksaan diperlukan untuk menilai faktor pemicu seperti kecemasan, depresi, nyeri, gangguan napas saat tidur, konsumsi kafein, penggunaan obat, atau jadwal tidur yang tidak teratur.
Benarkah Pala Bisa Mengobati Insomnia?
Belum dapat dipastikan. Riwayat penggunaan tradisional dan penelitian praklinis memang memberi alasan untuk meneliti pala lebih lanjut. Akan tetapi, data yang tersedia belum setara dengan bukti dari uji klinis acak, tersamar, dan terkontrol yang diperlukan untuk menyatakan suatu terapi efektif.
Karena itu, istilah yang lebih akurat adalah pala berpotensi membantu relaksasi atau tidur pada sebagian orang bukan pala mengobati insomnia. Klaim ini juga tidak dapat langsung diterapkan pada semua bentuk produk karena biji utuh, bubuk, ekstrak, dan minyak atsiri memiliki komposisi serta konsentrasi berbeda.
Apa Kata Penelitian?
1. Penelitian pada hewan
Sejumlah studi pada hewan melaporkan perubahan aktivitas, sedasi, atau durasi tidur setelah pemberian ekstrak pala. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa efek dapat berbeda menurut jenis ekstrak: ekstrak petroleum ether memperpanjang tidur yang dipicu barbiturat, sedangkan ekstrak air tidak memperlihatkan pola yang sama. Temuan ini penting untuk riset mekanisme, tetapi tidak membuktikan manfaat pada manusia.


