Apa Itu Buah Mengkudu?
Berbagai bagian tanaman mengkudu pernah digunakan secara tradisional, mulai dari buah, daun, akar, hingga kulit batang. Namun, produk yang paling banyak dijumpai saat ini adalah jus atau sari buah mengkudu. Bentuk produk, proses fermentasi, tingkat kematangan, bahan tambahan, serta konsentrasinya dapat membuat kandungan setiap produk berbeda.
Kandungan Aktif yang Banyak Diteliti
Apakah Mengkudu Bisa Menurunkan Tekanan Darah?
Penelitian Yoshitomi dan rekan pada model tikus hipertensi melaporkan bahwa pemberian jus mengkudu selama enam minggu berkaitan dengan penurunan tekanan darah dan peningkatan metabolit oksida nitrat. Eksperimen pada jaringan pembuluh darah dan sel juga menunjukkan aktivasi jalur yang berkaitan dengan eNOS, enzim yang membantu menghasilkan oksida nitrat.
Oksida nitrat berperan membantu pembuluh darah berelaksasi. Meski mekanisme ini masuk akal secara biologis, penelitian tersebut tetap merupakan bukti praklinis dan belum dapat menentukan dosis atau manfaat klinis bagi pasien hipertensi.
Apakah Mengkudu Bisa Menurunkan Tekanan Darah?
Belum ada dosis mengkudu yang terbukti efektif dan baku untuk menurunkan tekanan darah. Produk jus, ekstrak, kapsul, dan hasil fermentasi dapat memiliki konsentrasi yang berbeda, sehingga takaran suatu penelitian tidak dapat diterapkan begitu saja pada semua produk.
Jika ingin mengonsumsi mengkudu sebagai pangan atau minuman pendamping, pertimbangkan langkah berikut:
- Pilih produk yang memiliki izin edar, komposisi yang jelas, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk penggunaan.
- Ikuti takaran pada label; jangan menganggap semakin banyak semakin baik.
- Hindari menambahkan terlalu banyak gula atau sirup, terutama bila memiliki diabetes atau sedang mengendalikan berat badan.
- Pantau tekanan darah secara teratur dan catat perubahan, khususnya bila juga menggunakan obat antihipertensi.
- Hentikan penggunaan dan cari pertolongan bila muncul keluhan seperti mual berat, kulit atau mata menguning, urine gelap, lemas tidak biasa, pusing berlebihan, atau reaksi alergi.
Mengkudu sebaiknya tidak dipakai untuk menangani kenaikan tekanan darah secara mendadak. Tekanan darah sekitar 180/120 mmHg atau lebih, terutama bila disertai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala berat, kelemahan mendadak, kebingungan, atau gangguan penglihatan, memerlukan pertolongan medis segera.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Konsultasikan penggunaan mengkudu terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker bila Anda:
- Memiliki penyakit ginjal atau harus membatasi asupan kalium;
- Menggunakan obat yang dapat meningkatkan kadar kalium, termasuk sebagian obat tekanan darah;
- Menggunakan obat penurun tekanan darah karena kombinasi dapat membuat tekanan darah turun terlalu rendah;
- Memiliki gangguan hati atau menggunakan obat yang berpotensi memengaruhi hati;
- Sedang hamil atau menyusui karena data keamanannya masih terbatas;
- Akan menjalani operasi atau memiliki kondisi kesehatan kronis lain.
NCCIH mencatat bahwa jus mengkudu mungkin aman bila digunakan hingga tiga bulan, tetapi terdapat laporan kasus gangguan hati dan hubungan sebab-akibatnya belum pasti. Mengkudu juga mengandung cukup banyak kalium sehingga perlu diwaspadai pada penyakit ginjal atau kondisi yang memerlukan pembatasan kalium.
Mengkudu Bukan Pengganti Pengobatan Hipertensi
Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala. Karena itu, perasaan tubuh yang “baik-baik saja” tidak dapat digunakan untuk menilai apakah tekanan darah sudah terkontrol. Diagnosis memerlukan pengukuran yang benar dan, menurut WHO, biasanya dikonfirmasi melalui pengukuran pada hari yang berbeda.
Pada tahun 2024, WHO memperkirakan sekitar 1,4 miliar orang dewasa usia 30-79 tahun hidup dengan hipertensi. Di Indonesia, laporan Survei Kesehatan Indonesia 2023 yang dikutip Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan menyebut prevalensi hipertensi sebesar 30,8% pada populasi dewasa. Angka ini memperlihatkan pentingnya deteksi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup yang konsisten.
Cara yang terbukti membantu mengendalikan tekanan darah meliputi mengurangi asupan garam, memperbanyak sayur dan buah, aktif bergerak, menjaga berat badan, menghindari rokok, membatasi alkohol, mengelola stres, tidur cukup, serta minum obat sesuai resep. Mengkudu, bila sesuai untuk kondisi Anda, hanya merupakan pelengkap dari strategi tersebut.
Buah mengkudu mengandung iridoid, scopoletin, polifenol, dan komponen lain yang diteliti terkait fungsi pembuluh darah, stres oksidatif, serta pengaturan tekanan darah. Penelitian laboratorium dan hewan memberikan hasil yang menarik, tetapi bukti pada manusia masih terbatas.
Dengan demikian, manfaat buah mengkudu untuk darah tinggi sebaiknya dipahami sebagai potensi pendukung, bukan terapi utama. Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa arahan tenaga kesehatan. Bagi penderita penyakit ginjal, gangguan hati, pengguna obat tertentu, ibu hamil, atau ibu menyusui, konsultasi sebelum mengonsumsi produk mengkudu secara rutin sangat dianjurkan.
- World Health Organization. Hypertension. Updated 25 September 2025. Akses sumber
- National Center for Complementary and Integrative Health. Noni: Usefulness and Safety. Updated February 2025. Akses sumber
- Yoshitomi H, et al. Morinda citrifolia (Noni) fruit juice promotes vascular endothelium function in hypertension via GLP-1R-CaMKKbeta-AMPK-eNOS pathway. Phytotherapy Research. 2020;34(9):2341-2350. doi:10.1002/ptr.6685. Akses sumber
- Wigati D, et al. Hypotensive Activity of Ethanolic Extracts of Morinda citrifolia L. Leaves and Fruit in Dexamethasone-Induced Hypertensive Rat. Journal of Evidence-Based Complementary & Alternative Medicine. 2017. Akses sumber
- Nowak D, et al. Effects of Acute Consumption of Noni and Chokeberry Juices vs. Energy Drinks on Blood Pressure, Heart Rate, and Blood Glucose in Young Adults. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2019. Akses sumber
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Strategi Kolaboratif Sektor Kesehatan dengan Industri Makanan Minuman untuk Menurunkan Risiko Hipertensi dan Diabetes di Indonesia. 2024. Akses sumber
- Dokumen rujukan pengguna: Ensiklopedia Herbal Mengkudu, RND GNW, 2026.


